Showing posts with label Love Letter. Show all posts
Showing posts with label Love Letter. Show all posts

June 30, 2020

The Importance of Counseling With a Psychologist

The Struggle is Real

I understand the situation can be challenging at the moment for some people. We all have anxiety and there is no need to be embarrassed about that. We just need to let our self to accept the situation. Go seek for professional help if you need it. (I believe you all need it ☺️)

Share:

January 9, 2018

Hidup dan Rasa di Dalamnya

Hanya melalui jari jemari ini kemurnian bisa disalurkan. Karena lidah ini terlalu luwes menari dan mencari celah untuk menutupi rasa asam dan pahit. Bibir ini juga terlalu terbiasa untuk menyunggingkan lukisan tipis akan sebuah keindahan yang didambakan setiap manusia.

Hidup telah memberikan gw aspartam, sampai gw nyaris dibuat buta karena efek samping dari manis yang semu dan menyisakan after taste yang pahit. 

Hidup selalu menyadarkan gw untuk jangan pernah menggantungkan harapan kepada manusia. Karena tidak ada hal yang nyata dari manusia, makhluk hidup yang paling tidak nyata dan paling tidak hidup.

Hidup mengajarkan gw untuk jangan pernah (atau jangan pernah lagi jika sudah mencicipinya) membuat ekspektasi terhadap manusia. Karena manusia dan segala keinginan serta impiannya itu adalah hal yang paling semu.

Hidup gw tidak pahit tetapi gw bisa memahami kepahitan yang sudah mengendap di masa lampau dan juga kebahagiaan yang menjadi pendamping di dalamnya.

Hidup memberikan gw pemahaman bahwa sumber kebahagian kita tidak berasal dari manusia lain, tetapi dari diri kita sendiri. Karena memang sudah terbukti kebenarannya bahwa kebahagiaan itu tidak bisa dicari melainkan hanya bisa diciptakan oleh kita, sebagai makhluk hidup yang berpikir dan beradab.

Hidup membuat gw selalu berpikir (yaiyalah mati dong gw kalo gak mikir) kenapa hidup ini harus kita jalani. Jika hidup ini bukanlah sebuah kehidupan yang lo inginkan ataupun lo pilih dan impikan, kenapa masih tetap harus dijalani? Karena gw percaya hidup ini adalah ujiannya. Gw tetap percaya akan ada setitik kebahagian semu lainnya di ujung sana. Istilah kerennya sih live the life to the fullestToh mau sebahagia atau semerana apapun semuanya akan berakhir pada waktunya kan. Jadi jalani saja. 

Hati manusia adalah hal yang paling rapuh di dunia ini. Lebih rapuh dari dedaunan kering yang sudah berguguran di pinggir jalan. 
Hati manusia juga yang paling kuat di dunia ini. Lebih kuat dari sebuah tiang pancang paku bumi dalam sebuah konstruksi jalan layang. Jadi, hati-hati dengan hati.

Jangan bermain api jika tidak mau terbakar dan jangan bermain angin jika hanya ingin merasakan kesejukan.

Sesantai-santai nya gw sebagai manusia, tetap saja gw bukanlah robot yang gak punya perasaan. Gw hidup ya pastinya pakai otak (yang kadang gak kepake) dan hati (yang selalu kepake). Setiap manusia ingin dihargai ataupun mendapatkan respect dari manusia lain. Jadi gimana kalau kita belajar untuk menghargai manusia lain dulu, baru manusia lain akan menghargai kita, karena itu semua adalah hukum alam. 

Kebahagian dan kesedihan itu semuanya berada di jalan yang sama dan dipisahkan hanya oleh sebuah garis ilusi yang sangat tipis. Jadi berhati-hatilah dalam menjaga ilusi tersebut.

Kalau kata 9gag sih, "If life give you a lemon, just make a lemon cake and throw it to their face."




...and if your gift is to make people feel something, do not cover that in apology. DO NOT LIE to accommodate others fear of feeling something
-Nayyirah Waheed-




I am not here to live a life where comfort takes precedence over complacency and ignorance.
-Shailene Woodley-




Share:

August 26, 2017

July 15, 2017

I Will Never Let it Go

Kindness.
It is what we need to be a happiest person in this planet and insyaAllah in the afterlife as well. 

I am tryin, tryin really really hard to be a better human and muslimah. 

It is not that easy to wear this hijab, if you wear a hijab, everyone thinks you must be a good muslimah. But it is not as simple as that. We are just a human being, who have many sins, did many mistakes accidentally or intentionally.

If we did things wrongly is just because of ourself, it is not because of our religion. I wears hijab but it does not make me a perfect muslimah in an instance.  If I did a mistakes then don't blame my religon, don't point your finger to my religion. It is all because of me, a human being.

I always heard "seriously?? she wear a hijab but she did those sins? What kind of bi*ch". You know what? It is so mean to said and so cruel to heard. So don't blame my hijab nor my religion, just blame me.

As a person I have choosen many wrongs way, indeed. But I tried and I am still trying to be a better person and muslimah. Experiences make us wiser, mistakes make us learn and time will make a peace by itself. 

Have a peace with ourself is really a hardest thing to do. Accept what we are, accept yourself as you are.

Nowadays we see many signs of the end of the world or armageddon. We live on the edges. So what are we waiting for people? We live in this temporary dunya only for once, I always believe there are no such thing like a reincarnation. We live forever in jannah or in hell. 

Anyway, I don't really understand if hell is temporary or not, if I'm not wrong, in my religion I understand that sinners will burn or get punishment  in hell untill our sins is clear and then we can go to the heaven or jannah, but we don't know how much times we will spend in the hell. 

Back to topic, it would be better if we live together in harmonius sorroundings, lean on each others. Difference should makes us more bonded. Unity in diversity, appreciate the difference and others opinion. Don't just consume it rarely but proceed it first. 

Don't let ourself to be provocated by a bullshit(s). Just ignore mean words and spread the nice words, good gestures and spread the love!

I am still tryin to do all those things. It is so hard. But I am tryin for the sake of our live, our planet and our kindness. A human being. 

Happiness, kindness, helping, available ears to hear others opinions and hands to help.. 

I will always try to be a kinder and a happier person and trying really hard to have a peace with me. I will never let a pure kindness away from me, won't let it go even in the darkest place ever. Kindness will makes us happier and it is a good way to start and continue a live!





*saat insomnia menyerang saat itu juga ide berebutan ingin diketik*
Share:

October 19, 2016

Hidup Itu (selalu tentang) Pilihan #4

Sebenarnya gw gak perlu menjelaskan tentang apapun kepada siapapun.
Tapi gw menulis karena butuh.
Karena dari sini gw merasa hidup.
Karena gw terlalu dalam merasakan tentang sesuatu, terhadap apapun dan kepada siapapun.
Menulis adalah cara gw supaya tidak meledak dan menjadi lebih tenang.

10 tahun gw telah berkomitmen untuk menutupi kepala ini dengan selembar kain.
Berawal dari persyaratan wajib di kampus dan perasaan malu jika hanya memakai kerudung saat ke kampus, namun melepasnya jika akan pergi ke tujuan lain selain ke kampus.
Akhirnya hal itu menjadi sebuah kebiasaan.
Bisa karena terbiasa.

Memang tidak ada paksaan dari manapun, namun juga tidak ada panggilan yang sebenarnya dari hati.
Gw hanya merasa nyaman dan aman dengan pilihan gw saat itu.
Semua terjadi begitu saja.

Saat ini kenyamanan itu tidak lagi bisa gw rasakan.
Penutup kepala ini terasa menjadi beban dan tanggung jawab yang terlalu besar untuk gw
Terasa berat menghidupi ekspektasi orang lain dengan opininya masing-masing.

Pilihan ini yang akan gw jalani saat ini.
Entah kapan gw akan merasa tidak terbebani lagi jika memutuskan kembali memakainya.

Disini gw gak mau membicarakan terlalu dalam mengenai kewajiban cara wanita berpakaian dalam agama.
Gw paham kalau tidak semua orang akan bisa memahami.
Kehidupan mengajarkan gw bahwa semua manusia itu mempunyai kepala dan otak serta hati nurani yang beraneka ragam.
Jadi gw gak mengharapkan orang lain paham dengan keputusan dari kepala gw.

Jika dibilang keputusan ini berlebihan ataupun sebuah langkah yang salah besar juga dirasa kurang tepat.
Proses ini cukup rumit dan tidak sebentar, banyak pertimbangkan dan membutuhkan keberanian yang sangat besar.
10 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk merubah hal yang sudah biasa menjadi sesuatu yang baru.

Namun anehnya dengan keputusan  ini justru gw merasa lebih ikhlas dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

My sins will always be mine.
Your sins will always be yours.
Equal to our merits.

Let's mind our own business good people.

Indeed, sometimes my ego is so over control.
I just can't stop my mouth from talking and to excite the feelings.
But I never physically hurt anybody, right?

Many people said that I always look cheerful and full of spirit, but that is just my way to treat others.
But when I feel exhausted, believe me you don't want to come close to me.

This is me.
I am just too extrovert, too overthinking and too deeply feeling for anything and everything.
That's what makes me like a human.

I am just like an open book, which you can read from the very first page until the end.

This is my choice..
For now.






-alter ego-


Share:

October 18, 2016

Kata-kata Sok Bijak

Don't marry a person you love, but marry the one that you loved and you can fully trusted as well.

Because we will always love a person who we trust
But we can't always trust the person who we loved.

Live with love will only lead you to possessive mind and insecurity. 
But trust will give you security, comfortably and joyful. 

Indeed, trust is much more important than love.
Share:

September 9, 2016

Hidup itu (masih) Pilihan #3

Halo,

Apakah masih ada yang suka mengunjungi blog ini? Jika ada terima kasih ya :)
Sudah hampir tiga tahun tidak ada tulisan atau foto apapun yang dipost di blog. Faktor malas, tidak menyempatkan ada waktu, tidak ada inspirasi menjadi kambing hitam penulis. Ada beberapa tulisan yang saat ini hanya mempercantik folder draft saja. Akhirnya bukan karena faktor rajin ataupun waktu, gw memutuskan untuk menambah isi blog yang bisa dikatakan mendekati jelek saja belum. hehe

Masih ingin membahas tentang kehidupan, karena jika ingin membahas tentang kematian gw belum pernah melaluinya. Inspirasi tulisan berikut datang dari tulisan sebelumnya dan tulisan lainnya. Ingin melakukan semacam napak tilas, evaluasi diri dan menilai (bukan menghakimi). Setelah membaca tulisan lama itu, terbersitlah pikiran "what if". Jika pilihan gw saat itu jatuh ke si A atau B akan seperti apa ya hidup gw sekarang? Bagaimana kalau akan lebih baik, lebih menyenangkan, lebih tepat dan lebih-lebih lainnya atau pun malah semakin lebih buruk.

Berbicara tentang pilihan dalam pekerjaan, saat ini gw bekerja di perusahaan yang begerak di bidang engineering consultant milik asing. Tepatnya gw ditempatkan di sebuah proyek pembangunan container terminal berlokasi di Utara-nya Jakarta. Sudah hampir empat tahun gw bekerja di sana. Pekerjaan yang tidak pernah terbersit sama sekali di pikiran, bahkan gw tidak punya pengalaman sama sekali di bidang tersebut. Tidak nyambung dengan jurusan kuliah dulu. Tapi ya begitulah segala sesuatunya dapat dipelajari asal ada kemauan.

Tentang pekerjaan ini, hmm bagaimana ya menceritakannya, gw pribadi menilainya biasa-biasa saja. Paper work, seharian di depan komputer, jauh berbeda dengan gw yang menyukai tantangan dan sesuatu yang berhubungan dengan mobilitas. Tapi ya sudah dijalani saja sambil bersyukur (menyukuri diri sendiri lebih tepatnya :p ).

Share:

January 14, 2012

Kematian, Bisakah Menjadi Indah?

Kematian itu pertanda.
Pertanda hidup itu terbatas, tidak kekal dan kita tidak berkuasa mengaturnya.
Kematian itu duka.
Duka bagi yang ditinggalkan, yang diberikan kenangan oleh yang meninggalkan.
Kematian itu perpisahan.
Tidak akan pernah bisa ditemui, hanya ada di hati dan hanya bisa menatap sebongkah batu nisan.
Kematian itu indah...

Akhir-akhir ini Saya merasa sering diikuti oleh kematian. Banyaknya orang di sekitar Saya yang menemui ajalnya lebih cepat, membuat Saya sangat takut kehilangan orang-orang yang sangat dekat.
Perasaan seperti itu selalu menghampiri setiap pergi melayat.
Apa yang akan terjadi sama Saya kalau sampai hal ini terjadi?
Tidak kuat.
Share:

October 25, 2011

#7 Kahitna

-Soulmate-

ketika engkau datang
mengapa di saat ku
tak mungkin menggapaimu

*
meskipun tlah kau semaikan cinta
dibalik senyuman indah
kau jadikan seakan nyata
seolah kau belahan jiwa

**
meskipun tak mungkin lagi
tuk menjadi pasanganku
namun ku yakini cinta
kau kekasih hati

terkadang pintu surga
sukar dimengerti
semua ini kita terlambat


Lagu ini menurut gw pemilihan katanya sangat sederhana.
Tetapi menyentuh mereka yang punya hati.
Share:

August 29, 2011

#4 All I Wanna Do is Find a way back into Love ~~~

"Way Back Into Love"
(feat. Drew Barrymore)

[Verse 1]
[Drew Barrymore:]
I've been living with a shadow overhead,
I've been sleeping with a cloud above my bed,
I've been lonely for so long,
Trapped in the past,
I just can't seem to move on!

[Hugh Grant:]
I've been hiding all my hopes and dreams away,
Just in case I ever need 'em again someday,
I've been setting aside time,
To clear a little space in the corners of my mind!

[Chorus]
[Both:]
All I wanna do is find a way back into love.
I can't make it through without a way back into love.
Ooo hooow
Share:

April 23, 2011